Selasa, 02 Februari 2016

Resensi Film Door To Door (2002)



Resensi Film Door To Door (2002)

Sutradara        : Steven Schachter
Ditulis oleh     : William H. Macy & Steven Schachter
Pemeran         :
            -          William H. Macy sebagai Bill Porter
            -          Kyra Sedgwick sebagai Shelly Soomky Brady
            -          Kathy Baker sebagai Gladys Sullivan
            -          Joel Brooks sebagai Alan
            -          Woody Jeffreys sebagai Brad
            -          Romy Rosemont sebagai Rhoda
            -          Daryl Shuttleworth sebagai Larry
            -          Helen Mirren sebagai Mrs. Porter
            -          Bill Dow sebagai Chuck


Ringkasan cerita
                       Cerita ini diangkat berdasarkan kisah nyata. Bill Porter adalah tokoh utama dalam film Door To Door (2002). Diceritakan Bill mengalami penyakit Cerebral Palsya yang dideritanya sejak lahir, mengakibatkan dirinya mengalami kesulitan dalam berbicara, berjalan, maupun menggerakkan beberapa anggota tubuhnya seperti tangan kanannya. Pada bulan Oktober tahun 1955, Bill yang tinggal bersama ibunya mulai mencari pekerjaan. “Ayahmu dulunya seorang Salesman”, kata ibunya. Maka dari itu ia memutuskan untuk mengikuti jejak ayahnya menjadi salesman. Ketika melamar di perusahaan Watkins, Bill ditolak karena kekurangannya. Lalu ia teringat perkataan ibunya “Patience and Persistence” yang artinya sabar dan tekun. Akhirnya ia kembali melamar dan meminta daerah dimana tidak ada salesman yang mau.
                       Ketika awal-awal pekerjaannya sebagai salesman berjalan, banyak sekali kesulitan-kesulitan yang ia lalui, mulai dari penolakan secara tidak langsung sampai penolakan yang langsung. Ia pun sempat dihina dan direndahkan oleh orang lain, tetapi ibunya membela karena cinta kasihnya kepada Bill. Perlahan-lahan ia mulai mengganti pendekatan dengan lebih memahami pelanggannya, alhasil ia pun mulai diterima. Masalah datang silih berganti, ibunya mulai sakit-sakitan akibat tua, dan akhirnya meninggal. Bukan hanya itu saja, tulang punggung Bill mengalami gangguan. Menyebabkan Bill tidak boleh membawa barang yang berat. Lalu ia memutuskan untuk mempekerjakan orang untuk mengantar produk-produknya. Itulah awal dari pertemuan dengan Shelly, sang penyelamat hidupnya. Bill juga bertemu dengan Gladys, seorang pelanggan tetapnya yang jatuh hati pada Bill. Akibat “Patience and Persistence” Bill pun berhasil menjadi “Salesman of the Year”.  Bagaimanakah cerita-cerita tersebut berlangsung? Dan bagaimana akhir cerita Bill Porter sang Salesman? Silahkan nonton Filmnya,

Rating
                       Film ini sangat menginspirasi sekali. Seseorang yang dianggap tidak “normal” seperti orang pada umumnya ternyata bisa mencapai sebuah prestasi yang mengagumkan. Salesman of the Year dari Watkins, adalah prestasi yang dicapai oleh Bill Porter, seorang yang mengalami penyakit Cerebral Palsya. Film ini sangat bagus sekali, keren, dan wah!. Patut ditonton, walaupun ini tergoloong film lama. Film ini juga membuka pemikiran masyarakat bahwa pekerjaan sebagai “Salesman” juga bisa menjadi berhasil dan tidak lah sulit seperti yang dibayangkan. Mungkin memang banyak penolakan pada awalnya, tetapi jika kita tekun dan sabar, maka lama-kelamaan akan berhasil juga.
                       Film ini juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang sangat tinggi, dimana seorang individu jika ingin berhasil dalam pekerjaannya harus sabar dan tekun. Memahami sesama individu juga menjadi penting karena kita hidup berdampingan dengan orang lain, sama seperti Bill Porter yang mulai memahami pelanggannya hingga dekat seperti keluarga. Film ini juga ssecara tersirat mengandung pesan bahwa “jangan meremehkan orang lain”, “jangan menilai orang lain dari luarnya saja”, seperti pada cerita Bill Porter yang diremehkan oleh anak pemilik Watkins, dan ternyata dia tercengang ketika mengetahui bahwa Bill adalah seorang “Salesman of the Year”.
                       Makna lain yang tersirat dalam film ini adalah cinta kasih seorang ibu yang tidak ada batasnya, walaupun Bill yang sudah “cacat” dari lahir, tapi ibunya masih menyayangi Bill dan merawatnya sampai ia menjadi laki-laki dewasa yang bisa hidup mandiri. Selain itu gambaran anak yang berbhakti kepada orang tua juga ditunjukkan oleh Bill kepada ibunya ketika ibunya sakit, dan Bill masih mempedulikan ibunya, mengolesi obat ke kaki ibunya. Sungguh anak yang berbhakti kepada ibunya.
                       Film ini wajib ditonton bagi siapapun kecuali anak kecil. Sangat di sarankan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar