Resensi
Film Door To Door (2002)
Sutradara : Steven Schachter
Ditulis
oleh : William H. Macy & Steven
Schachter
Pemeran :
- William H. Macy sebagai Bill Porter
-
Kyra Sedgwick sebagai Shelly Soomky
Brady
-
Kathy Baker sebagai Gladys Sullivan
-
Joel Brooks sebagai Alan
-
Woody Jeffreys sebagai Brad
-
Romy Rosemont sebagai Rhoda
-
Daryl Shuttleworth sebagai Larry
-
Helen Mirren sebagai Mrs. Porter
-
Bill Dow sebagai Chuck
Ringkasan cerita
Cerita ini diangkat berdasarkan kisah nyata.
Bill Porter adalah tokoh utama dalam film Door To Door (2002). Diceritakan Bill
mengalami penyakit Cerebral Palsya yang
dideritanya sejak lahir, mengakibatkan dirinya mengalami kesulitan dalam
berbicara, berjalan, maupun menggerakkan beberapa anggota tubuhnya seperti
tangan kanannya. Pada bulan Oktober tahun 1955, Bill yang tinggal bersama
ibunya mulai mencari pekerjaan. “Ayahmu dulunya seorang Salesman”, kata ibunya.
Maka dari itu ia memutuskan untuk mengikuti jejak ayahnya menjadi salesman.
Ketika melamar di perusahaan Watkins, Bill ditolak karena kekurangannya. Lalu
ia teringat perkataan ibunya “Patience and Persistence” yang artinya sabar dan
tekun. Akhirnya ia kembali melamar dan meminta daerah dimana tidak ada salesman
yang mau.
Ketika awal-awal pekerjaannya sebagai salesman
berjalan, banyak sekali kesulitan-kesulitan yang ia lalui, mulai dari penolakan
secara tidak langsung sampai penolakan yang langsung. Ia pun sempat dihina dan
direndahkan oleh orang lain, tetapi ibunya membela karena cinta kasihnya kepada
Bill. Perlahan-lahan ia mulai mengganti pendekatan dengan lebih memahami
pelanggannya, alhasil ia pun mulai diterima. Masalah datang silih berganti,
ibunya mulai sakit-sakitan akibat tua, dan akhirnya meninggal. Bukan hanya itu
saja, tulang punggung Bill mengalami gangguan. Menyebabkan Bill tidak boleh
membawa barang yang berat. Lalu ia memutuskan untuk mempekerjakan orang untuk
mengantar produk-produknya. Itulah awal dari pertemuan dengan Shelly, sang
penyelamat hidupnya. Bill juga bertemu dengan Gladys, seorang pelanggan tetapnya
yang jatuh hati pada Bill. Akibat “Patience and Persistence” Bill pun berhasil
menjadi “Salesman of the Year”. Bagaimanakah
cerita-cerita tersebut berlangsung? Dan bagaimana akhir cerita Bill Porter sang
Salesman? Silahkan nonton Filmnya,
Rating
Film ini sangat menginspirasi sekali.
Seseorang yang dianggap tidak “normal” seperti orang pada umumnya ternyata bisa
mencapai sebuah prestasi yang mengagumkan. Salesman of the Year dari Watkins,
adalah prestasi yang dicapai oleh Bill Porter, seorang yang mengalami penyakit
Cerebral Palsya. Film ini sangat bagus sekali, keren, dan wah!. Patut ditonton,
walaupun ini tergoloong film lama. Film ini juga membuka pemikiran masyarakat
bahwa pekerjaan sebagai “Salesman” juga bisa menjadi berhasil dan tidak lah
sulit seperti yang dibayangkan. Mungkin memang banyak penolakan pada awalnya,
tetapi jika kita tekun dan sabar, maka lama-kelamaan akan berhasil juga.
Film ini juga mengandung nilai-nilai kehidupan
yang sangat tinggi, dimana seorang individu jika ingin berhasil dalam pekerjaannya
harus sabar dan tekun. Memahami sesama individu juga menjadi penting karena
kita hidup berdampingan dengan orang lain, sama seperti Bill Porter yang mulai
memahami pelanggannya hingga dekat seperti keluarga. Film ini juga ssecara
tersirat mengandung pesan bahwa “jangan meremehkan orang lain”, “jangan menilai
orang lain dari luarnya saja”, seperti pada cerita Bill Porter yang diremehkan
oleh anak pemilik Watkins, dan ternyata dia tercengang ketika mengetahui bahwa
Bill adalah seorang “Salesman of the Year”.
Makna lain yang tersirat dalam film ini adalah
cinta kasih seorang ibu yang tidak ada batasnya, walaupun Bill yang sudah “cacat”
dari lahir, tapi ibunya masih menyayangi Bill dan merawatnya sampai ia menjadi
laki-laki dewasa yang bisa hidup mandiri. Selain itu gambaran anak yang
berbhakti kepada orang tua juga ditunjukkan oleh Bill kepada ibunya ketika
ibunya sakit, dan Bill masih mempedulikan ibunya, mengolesi obat ke kaki
ibunya. Sungguh anak yang berbhakti kepada ibunya.
Film ini wajib ditonton bagi siapapun kecuali
anak kecil. Sangat di sarankan!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar